Mar 18, 2013
Galaxy on Fire 2 THD (Game Android)
Galaxy on Fire 2 THD
Galaxy on Fire 2 adalah salah satu game yang mengagumkan dari segi graphic. Selain itu tema yang diambil oleh game ini juga memberikan nilai lebih yaitu simulasi sebuah pesawat ruang angkasa. Kombinasi kedua elemen ini menciptakan sebuah pengalaman game yang jarang ditemui di Android. Pastikan kamu punya game yang satu ini.
Google Play Link: Galaxy on Fire 2™ THD, Free
source: gamesaku.com
Games Android HOT
Abyss: The Wraith of Eden
Seperti biasa, G5 datang dengan game hidden object terbarunya
Pemanasan Global, Salah Siapa?
Selama ini kita sibuk menghakimi
produktivitas manusia sebagai satu-satunya penyebab meningkatnya suhu di Bumi.
Namun kita mengabaikan fakta bahwa sebenarnya, seluruh umat manusia sudah
merasakan hasil dari produktivitasnya tersebut. Nyatanya ada hal menarik –
semoga saja ini bukan hanya suatu pembelaan atau pembenaran – bahwa
sesungguhnya, aktivitas Matahari juga turut ambil andil atas meningkatnya suhu
di Bumi.
Kesimpulannya, memang bukan
hanya produktivitas manusia yang menyebabkan pemanasan global belakangan ini,
aktivitas Matahari juga ambil bagian. Tapi, bukan berarti kita bisa “cuci
tangan” dari semuanya. Pepatah mengatakan: “Sedia payung sebelum hujan.”
Lakukan perubahan, sebelum kepunahan yang sesungguhnya terjadi.
by: Gabriella Franceliana
Sebuah film dokumenter di Inggris
juga menentang pemahaman yang berlaku bahwa pemanasan global disebabkan oleh
aktivitas buatan manusia. Film ini berpendapat bahwa sebenarnya matahari yang
bertanggung-jawab atas perubahan suhu di Bumi. Ada juga beberapa penelitian
yang menyatakan bahwa kontribusi matahari telah diabaikan dalam pemanasan
global. Memang, dibutuhkan suatu alasan yang fundamental untuk membuktikan
pernyataan tersebut.
Para ahli ternyata telah menjawab
teka-teki tersebut. Sebagian besar klimatologis mengatakan bahwa Bumi bukan
merupakan satu-satunya planet yang mengalami kenaikan suhu. Seperti yang
dikutip dari Associated Press bahwa satelit yang mengukur suhu matahari telah
merekam peningkatan suhu Matahari. Juga London Telegraph yang memaparkan bahwa,
pada tahun 2004 suhu Matahari adalah yang tertinggi dalam 100 tahun terakhir.
Lalu, apa buktinya bahwa Bumi
bukanlah satu-satunya suhu yang mengalami peningkatan suhu? Kita bisa ambil
contoh Neptunus. Neptunus memiliki permukaan yang terdiri dari nitrogen beku
dan sekarang berubah menjadi gas. Fakta ini membuat pernyataan tadi (bahwa
manusia bukan satu-satunya penyebab) menjadi semakin tak terbantahkan.
Fakta-fakta di atas diperkuat lagi
dengan pernyataan dari Mulyono Prabowo sebagai Kepala Bidang Informasi
Meteorologi Publik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika bahwa:
“Peningkatan aktivitas Matahari memang bisa mengakibatkan meningkatnya energi
yang diterima Bumi dan memengaruhi suhu di Bumi. Namun hal tersebut tidak
terjadi satu-dua hari dan tiba-tiba, tidak hanya di ruang terbatas. Peningkatan
panas akan terjadi secara gradual, bertahan dalam waktu lama, dan menurunnya
juga gradual.”
“Matahari diduga telah berkontribusi
terhadap 45%-50% peningkatan temperature rata-rata global selama periode
1900-2000 dan sekitar 23%-35% antara tahun 1980 dan 2000.” Tambah dua ilmuwan
dari Duke University.
Namun sekali lagi. Fakta-fakta di atas
tidak berarti manusia sama sekali tidak turut menyumbang peningkatan suhu di
Bumi. Produktivitas manusia juga memiliki andil besar dalam hal ini. Hanya
saja, produktivitas manusia turut dibantu oleh aktivitas matahari.
Yang menjadi pertanyaan berikutnya,
apa yang telah manusia sumbang untuk peningkatan suhu di Bumi selama ini? Luar
biasa banyak. Mari kita ambil beberapa contoh yang paling menonjol.
1.
Polusi
karbon dioksida yang berasal dari bahan bakar kayu, minyak bumi, gas alam dan
batubara.
2.
Gas
metana yang berada di peternakan dan pertanian. Dari mana asal gas metana? Gas
metana berasal dari bahan organik yang dipecah oleh bakteri dalam kondisi kekurangan
oksigen. Gas metana juga berasal dari TPA (Tempat Pembuangan Akhir sampah)
3.
Aktivitas
penebangan pohon yang semakin hari semakin menjadi-jadi.
4.
Penggunaan
pupuk kimia. Berdasarkan penelitian, pada abad ke-20, penggunaan pupuk kimia
untuk pertanian meningkat pesat. Lalu mengapa pupuk kimia turut menyebabkan
peningkatan suhu Bumi? Perlu kita ketahui bahwa pupuk kimia kebanyakan berbahan
nitrogenoksida yang 300 kali lebih kuat dari karbon dioksida sebagai perangkap
panas.
Dan masih banyak
lagi yang telah disumbang manusia untuk peningkatan suhu Bumi.
Dari fakta-fakta
barusan, dapat dibuktikan bahwa manusia juga tidak sepenuhnya “bersih” dari
hal-hal yang selama ini dituduhkan. Memang, pemanasan global tidak dapat
dihentikan tapi masih banyak hal-hal sederhana yang dapat kita lakukan untuk
meminimalisir pemanasan global.
Khususnya
bagi kita yang tinggal di Indonesia, negara kita jelas sudah tertinggal jauh
dari negara-negara Eropa yang berbasis teknologi sekelas Perancis, Jerman,
Belanda, Swedia, dan Inggris. Negara-negara tersebut sudah memiliki teknologi
untuk mengurai sampah (baik kimia maupun non-kimia) secara generik. Juga,
kesadaran masyarakatnya akan dampak pemanasan global dinilai sudah cukup
tinggi. Berbeda dengan kita yang masih acuh tak acuh.
Bisa
jadi, kita bukannya acuh tak acuh melainkan belum mengetahui betapa
mengerikannya dampak pemanasan global. Seperti yang dicatat IPCC
(Intergovernmental Panel on Climate Change) bahwa: akhir-akhir ini pola migrasi
binatang berubah drastis, terumbu karang laut makin banyak yang mati karena air
laut makin panas, kekeringan sudah menjadi hal biasa – terutama di beberapa
wilayah Asia-Afrika –, daratan es kutub juga mulai mencair.
Ditambah
hasil penelitian di Nature yang mengatakan: pada tahun 2005 mendatang,
peningkatan suhu dapat menyebabkan terjadinya jutaan spesies. Diperkuat lagi
dengan hasil penelitian pusat riset iklim di Frankfurt, Jerman yang
mengemukakan: jika pemanasan global tetap dibiarkan berlangsung, sebanyak
sepertiga varietas tanaman dan hewan dunia akan musnah pada tahun 2080.
by: Gabriella Franceliana
Cara mencegah pemanasan global
Semakin besarnya kesadaran masyarakat akan pemanasan global, akan membuat mereka bergerak untuk melakukan pencegahan atau mengurangi aktivitas-aktivitas yang menyebabkan pemanasan global. Oleh karena itu, sebagian besar negara di dunia sedang mencari cara untuk dapat mengatasi permasalahan tersebut, yang hingga saat ini belum bisa ditangani secara signifikan.
Hal kecil namun berdampak besar yang dapat dilakukan oleh setiap orang, ialah dengan melakukan gerakan menanam pohon kembali. Seperti kita ketahui, pohon dapat menyerap gas karbondioksida di udara, sehingga mengurangi peningkatan suhu yang terjadi di atmosfer.
Selain dengan menanam pohon kembali, hal mudah dan murah yang dapat dilakukan oleh setiap orang yaitu dengan cara bepergian yang ramah lingkungan. Artinya, berusaha untuk bepergian dengan berjalan kaki atau menggunakan kendaraan yang bebas bahan bakar, seperti sepeda. Tidak menggunakan mobil pribadi, atau bahkan pesawat pribadi jika hanya berpenumpang 1-2 orang saja. Serta, mengusahakan diri untuk terbiasa menggunakan angkutan umum.
Melakukan kegiatan positif yang biasa kita sebut dengan 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Misalnya, menghindari penggunaan tas plastik saat berbelanja, dan memilih menggunakan tas kain yang ramah lingkungan serta dapat digunakan berulang-ulang. Selain itu, dapat pula dengan mendaur ulang kertas atau plastik yang sudah tidak terpakai menjadi barang-barang yang dapat dimanfaatkan kembali, seperti untuk hiasan dan lainnya.
Hal lain yang dapat kita lakukan ialah mematikan alat elektronik saat tidak digunakan (contoh: TV dan lampu), dan tidak membiarkannya dalam keadaan stand by. Sebaiknya kita mencabut aliran listrik pada TV dan lampu saat malam hari sebelum kita tidur. Alat-alat elektronik yang kita biarkan dalam keadaan switch off atau mungkin stand by ternyata masih berpotensi menggunakan energi.
Untuk mengatasi pemanasan global memang diperlukan usaha yang sangat keras dan butuh waktu yang sangat lama. Namun, kita bisa mengurangi efeknya dengan mulai melakukan hal-hal yang ramah lingkungan untuk menyelamatkan Bumi. Sayangnya, kurangnya sosialisasi dan kepekaan masyarakat terhadap Bumi ini lah yang turut menjadi penghambat upaya penyelamatan Bumi kita yang sedang marah ini. So, stop global warming!
By: Nurhayati Limbong
Siswi SMK Prudent School
Tangerang
Mar 17, 2013
Penyebab Pemanasan Global
Penyebab Pemanasan Global – Atmosfer yang menyelubungi Bumi berperan penting bagi kehidupan di Bumi. Seandainya Bumi tidak memiliki atmosfer maka semua kehidupan akan musnah terbakar sinar matahari. Bumi memiliki mekanisme alamiah menjaga kehangatan agar kehidupan tetap berlangsung. Mekanisme ini dikenal dengan efek rumah kaca (green house effect). Gas-gas rumah kaca seperti karbon dioksida (CO2), uap air (H2O), metana (NH4), nitrogen oksida (NOx) terdapat secara alamiah di atmosfer. Gas-gas tersebut menahan panas sinar Matahari dan menjaga kestabilan temperatur Bumi sekitar 15°C.
Pada tahun-tahun terakhir ini telah terjadi kenaikan temperatur udara. Kenaikan temperatur ini disebabkan oleh peningkatan sejumlah gas-gas rumah kaca di atmosfer. Kenaikan temperatur di seluruh permukaan Bumi dikenal dengan pemanasan global (global warning). Apakah kegiatan manusia yang menyebabkan pemanasan global? Ada dua jenis kegiatan manusia yang menyebabkannya, yaitu industri dan pertanian.
a. Industri
Pembakaran bahan bakar fosil untuk memenuhi kebutuhan energi telah meningkatkan gas-gas rumah kaca. Pembangkit-pembangkit listrik berbahan bakar minyak bumi dan batu bara, serta mesin-mesin kendaraan bermotor banyak melepaskan sejumlah gasgas rumah kaca seperti karbon dioksida (CO2), sulfur dioksida (SO2), dan nitrogen oksida (NOx) ke atmosfer. Penggunaan Klorofluorokarbon/KFK (Chlorofluorocarbon (CFC) pada penyejuk udara (air conditioner) dan lemari es (refrigerator) menjadikan gas KFK ikut dilepaskan ke atmosfer. Gas KFK juga dilepaskan ke udara pada saat lemari es dan air conditioner rusak dan ditumpuk sebagai sampah. Lebih jauh, pemanasan global ini mengakibatkan penipisan lapisan ozon.
b. Pertanian
Pertanian berkaitan dengan kegiatan bercocok tanam dan penggembalaan. Kegiatan penanaman di sawah dan penggembalaan ternak menghasilkan gas metana (CH4) yang dilepaskan ke atmosfer. Nitrogen oksida (NOx) dilepaskan ke atmosfer ketika pupuk yang mengandung nitrogen digunakan dalam pertanian. Karbon dioksida (CO2) yang dihasilkan dari pembakaran bahan organik seperti kayu dan kotoran hewan juga dilepaskan ke atmosfer. Penggundulan hutan secara ekstensif untuk pembukaan lahan pertanian turut mengurangi kemampuan tanah dalam mengubah karbon dioksida di atmosfer. Kegiatan pertanian telah mengubah komposisi gas-gas dan rumah kaca dan menambah panas atmosfer.
Temperatur atmosfer yang lebih tinggi dapat melelehkan lapisan es di kutub dan gletser. Penambahan panas di Bumi juga meningkatkan temperatur air dan menyebabkan permukaan air laut naik. Diperkirakan, kenaikan temperatur global sebesar 4°C akan menambah ketinggian laut antara 6,5–16,5 meter. Banyak kota-kota besar di dunia berada di dataran pantai yang rendah. Sumber-sumber makanan penting untuk mencukupi kebutuhan pangan banyak dihasilkan dari daerah delta dan dataran banjir. Kenaikan permukaan laut akan menggenangi daerah-daerah kota itu dan menyebabkan kerusakan besar dan mematikan kehidupan.
source: http://budisma.web.id/materi/sma/geografi/penyebab-pemanasan-global/
Subscribe to:
Posts (Atom)

